 |
|
| Iklan |
|
| |
Beli Buku via SMS atau e-mail kirim sms ke 08562878543 atau email: marketing
| |
|
|
|
|
 |
|
 |
| |
| Hutang dan Marketing: Untung Ruginya Kedatangan Bush | |
|
Sebelum saya mulai mengulas tema ini dari sisi bisnis, perlu dijelaskan bahwa jika saya menunjukkan keuntungan kedatangan Presiden Amerika Serikat bukan berarti Bush itu orang paling keren dimana saya harus membela dia mati-matian seperti ulah beberapa paranormal gembleng yang menyiksa diri dan binatang hanya untuk tolak bala si Bush. Namun bila saya menunjukkan kerugian kunjungannya bukan berarti Bush itu orangnya jelek banget, sehingga harus juga menyantetnya. Saya hanya berusaha obyektif dari sisi subyektif saya sendiri.
Fenomena kedatangan Presiden negri Paman Sam memang cukup menyorot perhatian masyarakat. Tak pelak mulai tukang becak, artis sampai politisi(yang memang bidangnya) unjuk bicara. Ada yang menghujat, mengeluh tapi (anehnya) ada juga yang berunjuk rasa mendukung kedatangannya. Kenapa saya sebut aneh? Lah mendukung aja koq unjuk rasa....Tapi setelah difikir memang terkadang perlu untuk menunjukkan bahwa ada bagian dari masyarakat ini yang menginginkan kedatangannya... Jadi... ya harus dihargai.
Hutang Luar Negri dan Tukang Becak
Mungkin tak ada tukang becak, sopir angkot dan entah profesi apa lagi yang dirugikan secara langsung atas kedatangan Bush ke Bogor ini yang tahu seberapa besar hutang luar negri pemerintah kita. Mereka juga (mungkin) tidak peduli dengan apa saja yang dilakukan pemerintah. Tapi bila itu berhubungan langsung dengan urusan perut, maka jangan ditanya pasti semuanya akan berontak dan berteriak.
Memang sedikit membingungkan bila pemerintah selalu mengaku defisit anggaran (gara-gara harus membayar hutang luar negri) dan harus selalu dan rutin memangkas subsidi yang diberikan kepada rakyatnya, tetapi hanya untuk menyambut seorang Bush yang nggak keren-keren amat itu harus membangun helipad menyiapkan pengamanan khusus, yang pasti mengeluarkan dana tidak sedikit. Terlebih lagi besarnya pengeluaran pemerintah ini juga harus ditanggung ribuan masyarakat sekitar yang harus merelakan penghasilan mereka beberapa hari untuk dijadikan tumbal kedatangan Bush.
Dapat dibayangkan bila Bush nggak usah datang dan tumbal penghasilan tukang becak, sopir angkot dan semua masyarakat lainnya yang harus dikorbankan itu dikumpulkan ditambah biaya yang dikeluarkan pemerintah dijadikan satu, mungkin dapat mengurangi defisit anggaran tahun ini. Atau paling tidak sedikit mengurangi hutang luar negri.
Terlebih lagi kedatangan Bush ini tak lebih hanya membawa keranda mayat, mengingat apapun hasil pertemuan yang akan berlangsung; kemungkinan tidak memberikan efek yang signifikan. Kekalahan partai Republik di DPR dan Senat AS menjadikan Bush hanya tinggal menunggu waktu untuk lengser. Dan Kebijakan pemerintah AS (kemungkinan) tidak lagi merujuk pada Bush.
Unconventional Marketing.
Di luar semua kerugian yang saya sampaikan sebelumnya, langkah pemerintah yang terlihat mati-matian menjaga agar Bush jadi datang dan nyaman selama berada di Indonesia adalah sebuah ide yang cukup menarik. Pemasaran yang tidak lumrah atau bahasa kerennya Unconventional Marketing. Saya yakin, pandangan luar negri tentang Indonesia akan berubah 180 derajat bila kunjungan Bush ke Indonesia ini sukses (dalam hal penyelenggaraannya, kalau masalah substansinya saya nggak tahu). Indonesia yang (masih) dinilai sebagai negri yang tidak aman untuk bule, ternyata menjadi tempat peristirahatan yang nyaman bagi dedengkotnya bule,-orang bule yang paling dimusuhi-.
Tapi investasi yang dilakukan pemerintah ini terlalu berani. Berani dalam hal pengeluaran dana, tidak populer, menyakiti banyak hati rakyat dan juga berani menanggung resiko. Karena bila ada kesalahan yang mengakibatkan ketidaknyamanan Bush, bukan tidak mungkin akan menjadi bumerang.
Diantara sekian banyak pilihan, pemerintah telah memilih. Meski mungkin pilihan ini menyakitkan banyak pihak, tapi demi kepentingan banyak pihak yang lain juga mari kita jaga agar kedatangan Bush dapat berjalan lancar. |
|
|
 |
|
| Daftar Pelanggan |
|
| | 1. Penerbit Trubus Agriwidya
2. Hotel Athaya Kendari
3. Fak. Ked. Hewan UGM
4. Linux Learning Center (LLC)
5. Linuxinet
6. Bijak Training Service (BiTS)
7. Media Internusa
8. Himakomedia Il. Komp. UGM
9. Orax-Arix
10. NASA Komputer
| |
|
| Komentar |
|
| | Mohon maaf, untuk sementara website www.indieoffset.com belum tersedia komentar, untuk memberi pandangan tiap artikel yang ada.
sebagai gantinya silahkan kirim email ke : ahmad@indieoffset.com segala komentar. Bila engine komentar telah selesai dibuat, Insya Allah komentar yang terkirim ke email akan ditampilkan di website.
| |
|
 |
|
 |