 |
|
| Iklan |
|
| |
Beli Buku via SMS atau e-mail kirim sms ke 08562878543 atau email: marketing
| |
|
|
|
|
 |
|
 |
| |
| Think Different, Think INDIE | |
| Untuk mengembangkan sebuah usaha, atau memulai sebuah usahapun membutuhkan sebuah ide gila.
Ide atau gagasan ini mungkin untuk kebanyakan orang akan dianggap aneh, nggak umum, nggak wajar atau kasarnya, ya idenya orang gila.
Tapi ditengah keteraturan cara berfikir masyarakat (baca= pebisnis) yang selalu disesuaikan dengan disiplin ilmu yang dipelajari, membuat pengembangan sebuah usaha menjadi mudah ditebak arahnya. Karena memang kebanyakan berfikir yang sama.
Untuk itu diperlukan sebuah cara berfikir yang berbeda, yang sangat mungkin akan ditertawakan karena tidak sesuai dengan text book yang mereka baca.
Tapi, tahukah anda bahwa pendiri Honda, Soichiro Honda, pada masa remajanya pernah ditertawakan orang akan mimpi ide gilanya untuk memotorkan sepeda?
Pada konteks penerbitan, Penerbit dan Percetakan INDIE Offset, sebagaimana motonya THINK DIFFERENT, THINK INDIE mencoba berfikir berbeda. Dimana penerbit konvensional yang lain, menganggap bahwa penulis naskah buku adalah obyek (penderita) dari sebuah proyek penerbitan buku, INDIE Offset mencoba menjadikan penulis sebagai subyek pelaku.
Penulis tidak hanya disuruh menulis, selesai lalu dapat royalti, yang tidak beda jauh dengan seorang karyawan di sebuah perusahaan, tapi penulis dijadikan sebagi seorang wirausahawan, yang tentunya menjadi subyek pelaku usaha penerbitan.
Berat memang, untuk merubah cara berfikir orang yang semula hanya tinggal duduk manis didepan laptop lalu dapat gaji (meskipun kecil) menjadi wirausaha yang turut memikirkan kesuksesan penerbitan buku ini, tentunya dengan keuntungan yang besar.
Ada beberapa poin yang menunjukkan betapa perlunya sistem ini diterapkan.
1. Penulis lebih dihargai, tidak sekedar 10%, padahal untuk marketing saja hampir 50% dari harga jual buku.
2. Penulislah yang paling tahu tentang ruh isi buku yang diterbitkan. Sehingga jenis pemasarannya akan lebih terarah. Bukan penerbit yang notabene berbeda disiplin ilmu dengan penulis.
Sebagai pengingat saja perbedaan yang mendasar antara sistem konvensional dan sistem Indie adalah:
KONVENSIONAL X INDIE
Obyek (penderita) X Subyek
Karyawan X Wirausaha
Gaji (royalti) X keuntungan (laba)
Mari berfikir berbeda dengan cara berfikir dengan sistem INDIE. |
|
|
 |
|
| Daftar Pelanggan |
|
| | 1. Penerbit Trubus Agriwidya
2. Hotel Athaya Kendari
3. Fak. Ked. Hewan UGM
4. Linux Learning Center (LLC)
5. Linuxinet
6. Bijak Training Service (BiTS)
7. Media Internusa
8. Himakomedia Il. Komp. UGM
9. Orax-Arix
10. NASA Komputer
| |
|
| Komentar |
|
| | Mohon maaf, untuk sementara website www.indieoffset.com belum tersedia komentar, untuk memberi pandangan tiap artikel yang ada.
sebagai gantinya silahkan kirim email ke : ahmad@indieoffset.com segala komentar. Bila engine komentar telah selesai dibuat, Insya Allah komentar yang terkirim ke email akan ditampilkan di website.
| |
|
 |
|
 |